JAKARTA - Harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina untuk hari ini, 21 Januari 2026, mengalami penurunan pada sejumlah jenis BBM nonsubsidi.
PT Pertamina (Persero) menetapkan kebijakan penurunan harga untuk produk-produk seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex. Penurunan harga ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya pengguna kendaraan bermotor yang mengandalkan BBM nonsubsidi.
Penurunan Harga BBM Nonsubsidi
Pada Januari 2026, beberapa jenis BBM nonsubsidi mengalami penurunan harga signifikan. Pertamax, yang sering digunakan oleh kendaraan bermotor umum, kini dibanderol dengan harga Rp12.350 per liter, turun dari harga sebelumnya yang tercatat Rp12.750 per liter.
Tidak hanya itu, Pertamax Turbo juga mengalami penurunan harga menjadi Rp13.400 per liter dari sebelumnya yang dijual Rp13.750 per liter. Begitu pula dengan Pertamax Green 95, yang turun menjadi Rp13.150 per liter, dari harga sebelumnya Rp13.500 per liter.
Berikut adalah beberapa harga BBM lainnya yang juga turun:
Dexlite: Kini dihargai Rp13.500 per liter, turun dari Rp14.700 per liter.
Pertamina Dex: Ditetapkan Rp13.600 per liter, berkurang dari harga sebelumnya yang sebesar Rp15.000 per liter.
Meskipun harga-harga BBM nonsubsidi mengalami penurunan, harga untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar tidak berubah. Kedua jenis BBM tersebut tetap dijual dengan harga yang sama, yakni Pertalite di Rp10.000 per liter dan Bio Solar di Rp6.800 per liter.
Penyebab Penurunan Harga
Penyesuaian harga BBM yang dilakukan oleh Pertamina sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
Keputusan ini merupakan perubahan atas Kepmen sebelumnya, yaitu No. 62 K/12/MEM/2020, yang mengatur tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran untuk bahan bakar jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Penurunan harga BBM nonsubsidi ini merupakan langkah yang diambil oleh Pertamina dalam rangka menyesuaikan harga dengan kondisi pasar internasional dan mengakomodasi kebutuhan konsumen.
Penurunan harga ini juga bertujuan untuk memberi daya beli yang lebih baik kepada masyarakat, serta untuk meringankan beban biaya transportasi.
Rincian Harga BBM Berdasarkan Wilayah
Harga BBM di seluruh Indonesia memang bervariasi, tergantung pada wilayah masing-masing, dan juga dipengaruhi oleh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berbeda di setiap daerah.
Berikut adalah rincian harga BBM yang berlaku di berbagai wilayah Indonesia per 21 Januari 2026.
Aceh dan Sumatra Utara
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.500 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.400 per liter
Dexlite: Rp13.800 per liter
Pertamina Dex: Rp13.900 per liter
Solar: Rp6.800 per liter
Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.800 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.700 per liter
Dexlite: Rp14.100 per liter
Pertamina Dex: Rp14.200 per liter
Solar: Rp6.800 per liter
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.350 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.400 per liter
Pertamax Green 95: Rp13.150 per liter
Dexlite: Rp13.500 per liter
Pertamina Dex: Rp13.600 per liter
Solar: Rp6.800 per liter
Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.700 per liter
Dexlite: Rp13.800 per liter
Pertamina Dex: Rp13.900 per liter
Solar: Rp6.800 per liter
Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.700 per liter
Dexlite: Rp13.800 per liter
Pertamina Dex: Rp13.900 per liter
Solar: Rp6.800 per liter
Harga-harga BBM di beberapa wilayah, seperti Free Trade Zone (FTZ), memiliki harga yang sedikit berbeda. Misalnya, di FTZ Sabang dan FTZ Batam, harga untuk jenis Pertamax dan Dexlite lebih rendah dibandingkan dengan harga yang berlaku di wilayah lainnya.
Meski saat ini harga BBM nonsubsidi sudah mengalami penurunan, masyarakat berharap kebijakan ini bisa terus berlanjut. Penurunan harga BBM nonsubsidi dapat membantu menurunkan biaya transportasi, yang pada gilirannya akan mengurangi tekanan inflasi.
Selain itu, harga yang lebih rendah akan memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi lainnya yang bergantung pada bahan bakar, seperti transportasi umum dan distribusi barang.
Namun, tentu saja, segala kebijakan ini akan sangat tergantung pada fluktuasi harga minyak dunia yang menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan harga BBM.
Oleh karena itu, meskipun saat ini harga BBM turun, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perubahan harga yang bisa terjadi sewaktu-waktu.