Proyek Peternakan Ayam Danantara Dimulai 28 Januari 2026, Fokus Distribusi Pangan

Jumat, 23 Januari 2026 | 09:35:15 WIB
Proyek Peternakan Ayam Danantara Dimulai 28 Januari 2026, Fokus Distribusi Pangan

JAKARTA - Pada 28 Januari 2026, Indonesia akan menyaksikan dimulainya pembangunan proyek peternakan ayam yang diinisiasi oleh Danantara. 

Dalam acara groundbreaking yang akan digelar, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa proyek ini akan menjadi langkah besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pembangunan yang direncanakan akan melibatkan 12 pabrik peternakan ayam yang akan menghasilkan ayam pedaging dan ayam petelur, dengan tujuan untuk memperbaiki ketersediaan pangan di tanah air.

Proyek ini juga dirancang untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu program pemerintah untuk memastikan setiap warga negara Indonesia mendapat akses terhadap pangan bergizi. 

Selain itu, pembangunan pabrik pakan dan produksi anak ayam umur sehari (DOC) menjadi bagian penting dari langkah strategis ini. Tujuannya adalah untuk menciptakan solusi permanen terkait fluktuasi harga telur ayam dan DOC yang seringkali memberatkan peternak.

Menteri Pertanian Amran menyatakan bahwa langkah ini merupakan upaya konkret pemerintah untuk mengatasi masalah fluktuasi harga di pasar yang selama ini menjadi tantangan bagi peternak dan konsumen. 

Harga DOC yang sempat melonjak tinggi pada bulan lalu, mencapai Rp14 ribu per ekor, jauh di atas harga normal, menambah beban ekonomi bagi para pelaku usaha peternakan. Namun, dengan adanya pabrik pakan dan produksi DOC lokal, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri dan menjaga harga yang lebih stabil.

Pembangunan Peternakan Ayam sebagai Solusi Jangka Panjang

Pembangunan peternakan ayam oleh Danantara bukan hanya sekadar upaya untuk meningkatkan pasokan pangan, tetapi juga merupakan solusi jangka panjang untuk ketahanan pangan nasional. 

Menurut Andi Amran Sulaiman, proyek ini akan memberikan dampak langsung bagi peternak lokal dan memperkuat perekonomian daerah. 

Dengan membangun pabrik-pabrik peternakan di berbagai wilayah, proyek ini diharapkan dapat mengatasi ketimpangan distribusi pangan, terutama di daerah-daerah yang masih mengalami kekurangan pasokan ayam dan telur.

Selain itu, pabrik pakan dan produksi DOC akan menjadi elemen kunci dalam menjaga ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan oleh peternak. 

Keberadaan pabrik-pabrik ini akan memberikan keberlanjutan pasokan ayam dan telur dengan harga yang terjangkau, sekaligus mengurangi fluktuasi harga yang sering terjadi di pasar. 

Dengan intervensi pasar yang lebih efektif, pemerintah berharap dapat memberikan rasa nyaman bagi peternak dan masyarakat umum terkait kestabilan harga.

Investasi Rp20 Triliun untuk Ketahanan Pangan Nasional

Proyek pembangunan peternakan ayam ini juga didorong oleh investasi besar senilai Rp20 triliun yang telah disiapkan oleh Danantara. Investasi tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik peternakan ayam pedaging dan petelur, serta fasilitas-fasilitas penunjang lainnya, seperti pabrik pakan dan fasilitas produksi DOC. 

Proyek ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pangan yang terus meningkat di Indonesia, mengingat jumlah penduduk yang semakin bertambah.

Dengan adanya investasi ini, pemerintah berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru di sektor peternakan dan memperkuat perekonomian daerah, terutama di wilayah yang menjadi pusat pembangunan peternakan ayam. 

Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat menjadi pendorong bagi sektor lain, seperti industri pakan ternak, yang akan mendukung pertumbuhan sektor pertanian dan peternakan di Indonesia.

Penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Pembangunan peternakan ayam ini juga bertujuan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah diluncurkan oleh pemerintah. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa masyarakat, terutama keluarga miskin dan rentan, mendapatkan akses terhadap pangan bergizi dengan harga yang terjangkau. 

Dalam hal ini, ayam dan telur menjadi salah satu sumber protein utama yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Dengan meningkatnya pasokan ayam dan telur melalui proyek pembangunan peternakan ini, pemerintah berharap dapat menstabilkan harga pangan yang sangat dibutuhkan oleh keluarga-keluarga di seluruh Indonesia. 

Program MBG ini akan terus didorong, dan keberadaan peternakan ayam yang lebih mandiri di Indonesia akan menjadi kunci penting dalam memastikan akses pangan yang merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Intervensi Pasar untuk Menjaga Stabilitas Harga

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh peternak ayam adalah fluktuasi harga DOC dan telur ayam di pasar. Fluktuasi ini seringkali disebabkan oleh faktor eksternal, seperti ketergantungan terhadap impor DOC dan bahan baku pakan ternak. 

Pada bulan lalu, harga DOC sempat melambung tinggi hingga mencapai Rp14 ribu per ekor, jauh lebih tinggi daripada harga normal yang seharusnya. Untuk itu, pembangunan pabrik pakan dan produksi DOC di Indonesia menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.

Pemerintah melalui Danantara berkomitmen untuk mengintervensi pasar agar harga DOC dan telur ayam tetap terjaga dengan baik. Dengan adanya produksi lokal yang lebih besar, harga di pasar diharapkan dapat lebih terkendali, memberikan kepastian harga yang lebih adil bagi para peternak dan konsumen.

Peningkatan Kemandirian Pangan di Indonesia

Melalui pembangunan peternakan ayam ini, pemerintah Indonesia ingin memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor. 

Proyek ini bertujuan untuk memproduksi ayam pedaging dan ayam petelur secara mandiri di dalam negeri, sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir tentang pasokan pangan yang bergantung pada negara lain. 

Dengan adanya pabrik pakan dan fasilitas produksi DOC lokal, Indonesia akan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Fokus Pembangunan di Wilayah Kekurangan Pasokan

Selain itu, pemerintah juga menekankan bahwa proyek pembangunan peternakan ayam ini akan difokuskan pada wilayah-wilayah yang masih mengalami kekurangan pasokan ayam dan telur. 

Distribusi pangan yang merata menjadi tujuan utama dari proyek ini. Dengan adanya pembangunan peternakan ayam di daerah-daerah ini, pasokan ayam dan telur diharapkan dapat lebih terdistribusi secara merata, sehingga kebutuhan pangan masyarakat di berbagai daerah dapat terpenuhi dengan baik.

Langkah Strategis untuk Masa Depan Peternakan Ayam Indonesia

Pembangunan proyek peternakan ayam oleh Danantara bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang. 

Dengan dukungan investasi besar dan fokus pada solusi permanen untuk mengatasi fluktuasi harga, proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi peternak ayam, masyarakat, dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Terkini