Kinerja Allo Bank Meningkat Pesat Ditopang Pertumbuhan Kredit Ritel

Rabu, 25 Februari 2026 | 15:19:46 WIB
Kinerja Allo Bank Meningkat Pesat Ditopang Pertumbuhan Kredit Ritel

JAKARTA - PT Allo Bank Indonesia Tbk berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sepanjang 2025 yang cukup signifikan, menegaskan posisinya sebagai bank digital yang kompetitif di Indonesia. 

Laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp 574,26 miliar, meningkat 23% dibanding tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Seiring dengan pertumbuhan laba, pendapatan operasional Allo Bank juga mengalami peningkatan sebesar 37% yoy menjadi Rp 1,98 triliun. Kenaikan ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya (fee-based income). 

Pendapatan bunga bersih naik 29% yoy menjadi Rp 1,44 triliun, sedangkan pendapatan berbasis biaya melonjak 65% yoy menjadi Rp 543 miliar. Lonjakan pendapatan ini sebagian besar didukung oleh ekspansi penyaluran kredit di tengah tantangan kondisi makroekonomi yang dihadapi sepanjang tahun 2025.

Pencapaian ini menegaskan bahwa Allo Bank mampu memanfaatkan peluang pertumbuhan secara optimal, sekaligus menjaga kualitas aset agar tetap sehat di tengah tekanan pasar. 

Kinerja yang meningkat ini menjadi bukti strategi bank yang adaptif dan berbasis teknologi digital, memungkinkan ekspansi layanan yang efisien dan tepat sasaran.

Peningkatan Profitabilitas dan Rasio Keuangan

Perbaikan kinerja Allo Bank juga tercermin dari rasio profitabilitas yang menunjukkan tren positif. Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 10,1%, naik 120 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya. 

Sementara itu, Return on Assets (ROA) mencapai 4,9%, meningkat 110 bps, dan Return on Equity (ROE) berada pada level 7,9%, naik 50 bps yoy.

Rasio-rasio tersebut menandakan efisiensi operasional yang meningkat, sekaligus kemampuan bank dalam memaksimalkan pendapatan dari aset yang dimiliki.

Peningkatan profitabilitas ini memperkuat posisi Allo Bank di sektor perbankan digital, memberikan kepercayaan kepada investor dan nasabah bahwa bank memiliki fondasi keuangan yang kuat dan berkelanjutan.

Penyaluran Kredit dan Kualitas Aset

Dari sisi intermediasi, Allo Bank mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 9,14 triliun pada akhir 2025. Pertumbuhan kredit ini didorong oleh segmen ritel maupun wholesale, menegaskan kemampuan bank untuk menjangkau berbagai lapisan nasabah.

Meskipun terjadi ekspansi kredit, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross sebesar 1,6% dan NPL net sebesar 0,6%. Tingkat NPL yang rendah ini menunjukkan manajemen risiko yang efektif dan strategi pemberian kredit yang prudent. Dengan kondisi ini, Allo Bank mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan portofolio kredit dan kualitas aset, sehingga mendukung keberlanjutan operasional.

Dana Pihak Ketiga dan Kekuatan Permodalan

Salah satu pencapaian signifikan Allo Bank pada 2025 adalah pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 56% yoy menjadi Rp 9,51 triliun. 

Lonjakan DPK ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap bank, sekaligus memperkuat kapasitas likuiditas untuk mendukung ekspansi kredit dan produk layanan perbankan digital lainnya.

Dari sisi permodalan, Allo Bank tetap kuat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 74%, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Ekuitas bank meningkat 3% yoy menjadi Rp 7,50 triliun, ditopang oleh pertumbuhan laba ditahan dan laba berjalan. 

Kekuatan permodalan ini memastikan bank mampu menghadapi tantangan ekonomi makro, sekaligus mendukung ekspansi bisnis di masa depan.

Plt. Direktur Utama Allo Bank, Ari Yanuanto Asah, mengatakan, “Di tengah kondisi makroekonomi yang menantang, kami bersyukur Allo Bank mampu mencatat pertumbuhan yang kompetitif dan berkelanjutan, dengan basis pelanggan yang telah melampaui 14 juta pada akhir Desember 2025.”

Penghargaan dan Tata Kelola Keuangan

Selain pertumbuhan kinerja, Allo Bank juga meraih sejumlah penghargaan pada 2025. Bank ini mendapatkan dua penghargaan dalam Strategy and Performance Execution Excellence (SPEx2®) Awards 2025, yaitu The Best Execution Winner in Digital Banking Industry dan Special Recognition: Excellence in Product Strategy & Innovation untuk produk tabungan Allo Grow.

Selain itu, Allo Bank memperoleh skor 9,47 (Sangat Baik) dalam Financial Integrity Rating untuk kategori bank KBMI 2. Skor ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 7,85 (Baik), mencerminkan penguatan tata kelola, kepatuhan terhadap regulasi, serta pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme. 

Pencapaian ini menegaskan komitmen Allo Bank dalam menjaga integritas keuangan, membangun kepercayaan nasabah, dan menghadirkan layanan perbankan digital yang aman dan inovatif.

Dengan kombinasi pertumbuhan laba, ekspansi kredit, peningkatan DPK, dan penguatan tata kelola, Allo Bank membuktikan bahwa bank digital dapat berkembang secara berkelanjutan meski menghadapi kondisi ekonomi yang menantang. 

Kinerja ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan investor, tetapi juga menegaskan peran Allo Bank sebagai pemain kunci dalam industri perbankan digital di Indonesia.

Terkini