Harga Sawit Aceh

Awal Tahun 2026, Harga Sawit Aceh Capai Level Tertinggi

Awal Tahun 2026, Harga Sawit Aceh Capai Level Tertinggi
Awal Tahun 2026, Harga Sawit Aceh Capai Level Tertinggi

JAKARTA - Memasuki minggu pertama tahun 2026, harga kelapa sawit di Provinsi Aceh tercatat cukup tinggi. 

Wilayah Aceh Timur mencatatkan harga tertinggi hingga Rp3.220 per kilogram, sementara Aceh Barat, khususnya TBS milik petani plasma, berada di kisaran Rp3.218 per kilogram.

Kenaikan ini menjadi perhatian para petani dan pelaku industri sawit, karena berpengaruh pada pendapatan serta keputusan pasar di awal tahun. Tidak hanya harga TBS, harga minyak sawit mentah (CPO) dan kernel juga mengalami penyesuaian. 

Di Aceh, harga CPO pekan ini dibeli Rp14.204,21 per kilogram, sedangkan kernel dibanderol Rp11.121,78 per kilogram.

Indeks K, yang menjadi indikator kualitas TBS, juga menunjukkan perbedaan signifikan antarwilayah. Aceh Timur mencatat indeks K sebesar 97,46%, sementara Aceh Barat berada di 87,40%. Hal ini menunjukkan kualitas TBS Aceh Timur cenderung lebih tinggi, sehingga memengaruhi harga jual di pasar.

Harga Kelapa Sawit Aceh Timur Berdasarkan Usia Pohon

Penetapan harga kelapa sawit di Aceh Timur disesuaikan dengan usia pohon, berikut rinciannya:

Usia 3 tahun: Rp2.341/kg

Usia 4 tahun: Rp2.664/kg

Usia 5 tahun: Rp2.775/kg

Usia 6 tahun: Rp2.921/kg

Usia 7 tahun: Rp3.038/kg

Usia 8 tahun: Rp3.112/kg

Usia 9 tahun: Rp3.135/kg

Usia 10–20 tahun: Rp3.216/kg

Usia 21 tahun: Rp3.097/kg

Usia 22 tahun: Rp3.075/kg

Usia 23 tahun: Rp3.088/kg

Usia 24 tahun: Rp2.951/kg

Usia 25 tahun: Rp2.955/kg

Harga tertinggi terjadi pada pohon berusia 10–20 tahun, mencerminkan produksi optimal dalam fase produktif. Petani di wilayah ini dapat merencanakan panen untuk memaksimalkan keuntungan pada minggu pertama 2026.

Harga Kelapa Sawit Aceh Barat Berdasarkan Usia Pohon

Sementara di Aceh Barat, harga kelapa sawit per kilogram juga bervariasi sesuai usia pohon:

Usia 3 tahun: Rp2.339/kg

Usia 4 tahun: Rp2.662/kg

Usia 5 tahun: Rp2.773/kg

Usia 6 tahun: Rp2.923/kg

Usia 7 tahun: Rp3.089/kg

Usia 8 tahun: Rp3.113/kg

Usia 9 tahun: Rp3.137/kg

Usia 10–20 tahun: Rp3.218/kg

Usia 21 tahun: Rp3.099/kg

Usia 22 tahun: Rp3.077/kg

Usia 23 tahun: Rp3.091/kg

Usia 24 tahun: Rp2.952/kg

Usia 25 tahun: Rp2.953/kg

Harga tertinggi di Aceh Barat berada pada pohon berusia 10–20 tahun, setara Rp3.218/kg. Hal ini hampir setara dengan harga Aceh Timur, menunjukkan stabilitas pasar kelapa sawit di kedua wilayah tersebut.

Harga CPO dan Kernel Aceh

Selain TBS, harga CPO di Aceh pekan ini dibeli Rp14.204,21/kg. Sedangkan kernel dibanderol Rp11.121,78/kg.

Perbedaan harga antara CPO dan kernel mencerminkan nilai tambah proses pengolahan TBS menjadi produk turunan. CPO digunakan sebagai bahan baku minyak goreng, biodiesel, dan berbagai produk industri, sementara kernel biasanya digunakan untuk minyak inti sawit atau pakan ternak.

Kondisi ini menjadi indikator positif bagi petani dan perusahaan pengolah sawit, karena harga produk turunan mendukung kestabilan harga TBS di tingkat petani.

Indeks K, Indikator Kualitas TBS

Indeks K menjadi patokan kualitas TBS, yang memengaruhi harga jual. Aceh Timur mencatat 97,46%, sementara Aceh Barat 87,40%.

Indeks K tinggi menunjukkan TBS lebih segar dan kandungan minyaknya lebih optimal. Hal ini berdampak langsung pada harga jual, karena pabrik sawit cenderung membeli TBS berkualitas tinggi dengan harga lebih premium.

Dengan memahami indeks K, petani dapat mengatur waktu panen dan memaksimalkan hasil produksi, sehingga pendapatan awal tahun 2026 lebih optimal.

Strategi Petani Menghadapi Harga Sawit Awal Tahun

Harga kelapa sawit yang tinggi di minggu pertama 2026 memberi peluang bagi petani untuk meningkatkan pendapatan. Strategi yang bisa dilakukan:

Panen Optimal
Fokus pada pohon usia 10–20 tahun karena memberikan harga tertinggi.

Pemantauan Kualitas
Pastikan TBS segar untuk mempertahankan indeks K tinggi.

Koordinasi dengan Pabrik
Menyesuaikan waktu pengiriman dengan jadwal pembelian pabrik untuk menghindari penurunan kualitas.

Diversifikasi Produk
Mengolah sebagian TBS menjadi CPO atau kernel untuk menambah nilai jual.

Strategi ini penting agar pendapatan petani tetap maksimal meski harga sawit fluktuatif.

Dampak Harga Sawit Tinggi Bagi Industri dan Pasar

Harga sawit tinggi di Aceh berdampak positif bagi industri minyak sawit dan pasar domestik. Beberapa efeknya:

Pendapatan Petani Naik
Memberikan modal tambahan untuk biaya produksi dan pemeliharaan kebun.

Stabilitas Pasar
Harga stabil mendukung rantai pasok dari petani ke pabrik pengolahan.

Motivasi Produksi
Petani termotivasi meningkatkan kualitas TBS agar harga tetap premium.

Selain itu, harga sawit Aceh menjadi patokan bagi provinsi lain dalam menentukan harga lokal TBS.

Minggu pertama 2026 menunjukkan harga kelapa sawit Aceh berada pada level tinggi, dengan Aceh Timur mencapai Rp3.220/kg dan Aceh Barat Rp3.218/kg. Harga tertinggi terjadi pada pohon berusia 10–20 tahun. Harga CPO dan kernel juga menunjang nilai tambah TBS di pasar.

Indeks K menegaskan kualitas TBS Aceh Timur lebih tinggi dibandingkan Aceh Barat, memengaruhi harga pembelian di pabrik. 

Strategi panen dan pemeliharaan kualitas TBS menjadi kunci agar petani dapat memaksimalkan pendapatan di awal tahun. Stabilitas harga sawit Aceh ini menjadi indikator positif bagi industri minyak sawit nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index