PERAK

Harga Perak Antam 21 Januari 2026 Naik Rp 600, Terus Tunjukkan Tren Positif

Harga Perak Antam 21 Januari 2026 Naik Rp 600, Terus Tunjukkan Tren Positif
Harga Perak Antam 21 Januari 2026 Naik Rp 600, Terus Tunjukkan Tren Positif

JAKARTA - Pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami lonjakan yang signifikan, mengikuti tren penguatan harga emas Antam. 

Harga perak Antam tercatat naik Rp 600 menjadi Rp 59.350 per gram, dibandingkan dengan harga pada perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 58.750 per gram. 

Lonjakan harga ini sejalan dengan pergerakan harga perak di pasar global, meskipun ada sedikit penurunan di level internasional.

Mengutip dari laman logammulia.com, harga perak Antam pada 21 Januari 2026 menunjukkan tren positif meskipun pasar global mengalami sedikit penurunan. 

Harga perak global sempat menyentuh level tertingginya di angka USD 95,87 per ounce, namun ditutup melemah 0,3% menjadi USD 94,38 per ounce. 

Meski begitu, pada tahun 2025, harga perak sudah melonjak 147%, dan selama tahun 2026, harga perak global telah melambung lebih dari 32%.

Faktor Penggerak Kenaikan Harga Perak

Salah satu faktor yang mempengaruhi lonjakan harga perak Antam adalah pergerakan harga perak di pasar global. Di tahun 2025, perak mengalami lonjakan yang sangat signifikan, dengan kenaikan mencapai 147%. 

Pada tahun 2026, tren positif harga perak ini diperkirakan akan terus berlanjut, meskipun ada beberapa hambatan yang memengaruhi harga di pasar internasional.

Menurut laporan dari London Bullion Market Association (LBMA), defisit struktural, pasokan tambang yang terbatas, dan meningkatnya permintaan untuk teknologi berbasis AI serta elektrifikasi menjadi faktor-faktor yang mendorong harga perak tetap bullish pada 2026. 

Dalam laporan tersebut, analis memprediksi bahwa harga rata-rata perak pada 2026 bisa mencapai USD 79,57 per ounce, naik 98% dibandingkan dengan rata-rata harga aktual perak pada 2025.

Namun, ada peringatan dari analis yang menyebutkan bahwa harga perak di pasar sudah berada pada level yang cukup tinggi. Beberapa sektor yang sensitif terhadap harga perak mulai mengalami penurunan permintaan. 

Selain itu, pelonggaran tarif atau hambatan fisik lainnya dapat menurunkan premi harga perak, terutama ketika substitusi dan daur ulang semakin meningkat.

Prediksi Harga Perak untuk Tahun 2026

Meskipun terdapat tantangan dalam jangka pendek, banyak analis yang optimis mengenai prospek harga perak pada tahun 2026. Analis komoditas dari ICBC Standard Bank, Julia Du, memperkirakan harga rata-rata perak pada 2026 akan mencapai USD 125 per ounce. 

Ia memperkirakan harga perak akan diperdagangkan dalam kisaran antara USD 62 dan USD 150 per ounce, dengan kinerja bullish yang terus berlanjut sepanjang tahun.

Du menyatakan, "Perak akan menunjukkan kinerja bullish pada tahun 2026, didukung oleh pendorong makro yang sama seperti emas: ketegangan geopolitik yang terus-menerus, permintaan safe-haven yang kuat, dan pemangkasan suku bunga Fed yang berkelanjutan." 

Ia juga menambahkan bahwa ukuran pasar perak yang lebih kecil, bersama dengan biaya masuk yang lebih rendah dibandingkan dengan emas, membuat perak lebih volatil dan menarik bagi investor yang mencari alternatif selain emas yang mahal.

Defisit pasokan struktural yang disebabkan oleh tingginya permintaan di sektor fotovoltaik dan industri lainnya juga diperkirakan akan memperburuk fluktuasi harga perak. Selain itu, meningkatnya permintaan perhiasan dan investasi juga diperkirakan akan memperkuat tren kenaikan harga perak.

Perak Sebagai Alternatif Investasi

Bagi banyak investor, perak menjadi pilihan menarik sebagai alternatif investasi selain emas. Meskipun harga perak lebih rendah dibandingkan emas, fluktuasi harga perak yang lebih besar memberikan potensi keuntungan yang lebih tinggi. 

Selain itu, biaya untuk membeli perak jauh lebih terjangkau bagi investor ritel yang mungkin merasa emas terlalu mahal.

Kenaikan harga perak juga memberikan sinyal positif bagi industri perhiasan, terutama yang berkaitan dengan perak. 

Seiring dengan peningkatan permintaan terhadap produk perhiasan berbahan dasar perak, prospek industri ini juga terus menunjukkan tren positif.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski prospek harga perak tampak cerah, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan oleh investor. Salah satunya adalah ketergantungan pasar terhadap faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik, kebijakan moneter dari bank sentral, dan fluktuasi pasar global yang dapat mempengaruhi harga perak.

Selain itu, defisit pasokan perak dapat mengakibatkan lonjakan harga yang tidak terduga, sedangkan permintaan yang berkurang dari sektor-sektor tertentu juga dapat menekan harga perak. 

Investor yang tertarik pada perak harus siap dengan risiko volatilitas yang cukup tinggi, terutama mengingat ukuran pasar yang lebih kecil dan pengaruh dari faktor-faktor eksternal yang lebih besar dibandingkan dengan logam mulia lainnya.

Harga perak Antam pada 21 Januari 2026 mencatatkan lonjakan yang signifikan, mengikuti tren kenaikan harga perak di pasar global. Dengan pergerakan harga yang diprediksi terus meningkat pada tahun 2026, perak semakin menarik sebagai alternatif investasi selain emas.

Namun, investor harus tetap waspada terhadap volatilitas yang tinggi dan faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi harga perak di masa depan. 

Dalam jangka panjang, pasokan terbatas dan permintaan yang terus berkembang dari sektor teknologi serta perhiasan diperkirakan akan tetap menjaga tekanan bullish pada harga perak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index